Pages

Showing posts with label KEHIDUPAN. Show all posts
Showing posts with label KEHIDUPAN. Show all posts

Friday, September 2, 2016

Arti Sebuah Cita

Menurut KBBI cita adalah cita1/ci·ta/ n 1 rasa; perasaan
 hati; 2 kl cipta; 3 citacita; 4 cinta; 5 ide; gagasan;
Sedangkan cita-cita menurut KBBI adalah  1 keinginan (kehendak) yang selalu ada di dalam pikiran: ia berusaha mencapai ~ nya untuk menjadi petani yang baik; 2 tujuan yang sempurna (yang akan dicapai atau dilaksanakan): untuk mewujudkan ~ nasional kita, kepentingan pribadi harus dikesampingkan.

Namun aku tak ingin membahas arti cita secara bahasa, Aku lebih tertarik membahas arti cita dalam kehidupan. Kenapa tertarik karena betapa pentingnya kata cita itu dalam kehidpan ini. 

Yang perlu diperhatikan adalah penulisan ini sebenernya berdasar pengalaman pribadi, tidak mempertimbangkan dari penelitian manapun jadi suka-suka aku ya dalam menulis.. hihihihi..


Suatu saat aku berpikir apa ya jadinya hidup ini jika tidak mempunyai cita, harapan, misi, tujuan ? mungkin seperti orang linglung, tidak jelas arah mana yang di tuju. Secara pribadi pernah aku merasa puas dengan apa yang kudapat sehingga aku dalam menjalani aktifitas hidup kurang bersemangat dan terkesan malas-malasan. Dalam hal ini adalah cita untuk merampungkan studi S1 ku di salah satu Sekolah Tingggi Swasta di Bekasi. Pada tahun kedua dan ketiga bisa diibaratkan titik kemalasanya paling tingggi dan sebanding dengan tingkat motivasiku yang rendah. 
Pada saat itu berfikirnya. 
Buat apa sih aku kuliah? kerja sudah dapat dan sudah menjadi kar tap,
Buat apa sih aku kuliah? lembur malah bisa menghasilkan materi.
Buat apa sih aku kuliah? menghabiskan pikiran dan waktu saja.
Apakah nanti berguna di pekerjaan? padahal kerjaanku ga sejalan dengan ilmu studi ku

Kemalasanku dalam menyelesaikan kuliah itu ditambah dengan sistem di perkuliahanku yang kurang jelas (khusus anak-anak alumnus LLK BS), bayaran semesteran yang bebas kapan saja yang penting lulus lunas. Sistem bayaran seperti itu yang membuat aku menunda dalam pembayaran dan merasa tidak terbebani saat aku keluar dari kulah.

Namun Secercah harapan itu datang ketika aku dimasukan kedalam grup watsap di angkatan adek kelas yang mayoritas adek kelasku di LLK -BS. Tiap hari di grup itu rame sekali. Walaupun kebanyakan tidak membicarakan materi kuliah, namun lebih sering membicarakan pekerjaan mereka, lowongan kerja dan kadang saling ejek masalah sehari-hari. Adek kelasku di LLK BS  itu mayoritas bekerja di luar Bridgestone, karena kebetulan setelah aku lulus, bridgestone mengubah kebijakanya untuk efisiensi karyawan. Sehingga mereka mencari kerja sendiri. Suka duka mencari kerja pernah mereka rasakan berbeda dengan aku yang dimudahkan dalam mencari kerja. Namun dengan mereka bekerja di luar Bridgestone mereka sangat semangat sekali dalam kuliah. Yang aku baca dari mereka adalah kuliah ->dapat gelar sarjana ->lompat ke PT lain yang lebih bonafit. 

Dalam ilmu spekulasi, Ibarat kita punya 1000 mau sepekulasi ke 1100 harus berpikir ulang. namun jika kita hanya punya 100 berspekulasi ke 1100 pasti sangat berani. kenapa berani, karena jika kita gagal dalam meraih yang 1100 kita hanya kehilangan 100  .Jka kita kehilangan 100 masih banyak yang membuka jalan di 100, 200 maupun 300. Berbeda dengan kasus pertama jika spekulasi ke 1100 kita gagal, akan kehilangan 1000 dan 1000 itu sudah didapat. 

Dari situ aku tersadar, mereka mempunyai cita-cita sehingga semangat dalam mengejar sarjana. Nah aku bagaimana? Setelah aku mengenal seseorang yang ada di jogja sana. yang mungkin kelak menjadi istriku. Munculah cita itu. cita yang belum aku pikirkan sebelumnya. Dari cita itu walaupun sudah agak terlambat dan belum terbukti hasilnya namun beberapa pelajaran dapat aku ambil dari arti sebuah cita.  Aku harus segera menyelasaikan studiku setidaknya bisa tepat waktu 4 tahun.

Cita haparan itu tidak dibatasi dan tidak ada yang membatasi. kita memiliki 10 bahkan seribu cita dan harapan itu tidak ada yang melarang. Pernah membaca dalam suatu artikel ada seseorang yang menulis 100 cita dan harapanya di lembaran kertas yang ditempel di dinding kamar.  Tiap poin cita yang sudah dicapai poin tersebut di contreng atau dicoret. Setelah beberapa tahun 100 cita yang ditulis itu sudah tercontreng semua yang artinya sudah terwujud. Mungkin perlu bagi kita untuk menulis 100 bahkan lebih cita kita agar kita lebih mempunyai arah dalam hidup ini. 

Dalam hal agama allah menjanjikan surga kelak di akherat bagi hambanya yang bertaqwa yaitu senantiasa menjalankan apa yang menjadi kewajiban dan sunnah nabi serta menjauhi segala laranganya. Aku tak membayangkan tatanan dunia ini jika penghuninya tidak ada orientasinya ke akherat, tidak ada cita untuk mendapat syurganya allah. mungkin yang ada hanya keserakahan, dimana yang kuasa, yang kuat makin berjaya dan yang tertindas yang lemah makin terpuruk dan menderit-. 

Akhir tulisan ini adalah penting memiliki cita yang tidak hanya berorientasi pada duniawi saja. Cita terhadap lingkungan, cita terhadap sesama, dan yang paling penting cita pada kehidupan akherat (syurga allah pemilik segalanya). 
Dengan cita akan terlihat langkah akan menuju kemana. Namun selain memiliki cita-cita dan harapan, jangan sampai lupa dibarengi sifat qanaah dan sifat syukur dengan apa yang telah dicapai.  

Saturday, June 18, 2016

Indonesia Negara AGRARIS ?

Indonesia merupakan negara agraris yaitu negara yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani yang memiliki sumber daya alam yang beraneka ragam dan memiliki wilayah yang cukup luas. Akan sampai kapan indonesia akan menjadi negara agraris? sedikit pesimis dengan pertanyaan itu, hal ini didasarkan pada realita saat ini. Memang lahan masih terbentang luas walaupun sedikit-demi sedikit digantikan dengan ditanami beton yang entah untuk rumah maupun untuk usaha. Berbicara profesi petani sepertinya tidak ada anak yang lahir di negeriku indonesia ini yang cita-citanya sebagai petani selain dari anaknya sendiri dari sisi orang tua sepertinya tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya hanya menjadi seorang petani. tidak usah jauh-jauh mencari contoh, aku dan orang tuaku tidak pernah punya keinginan agar aku jadi petani. Sepertinya profesi petani menjadi profesi yang ga keren ga bahagia pekerjaan orang miskin  .. mmmmm.. begitukah?

Sedikit penasaran ada berapa persen penduduk usia 25~35 tahun di negriku tercinta ini yang di KTP nya berprofesi sebagai petani. Aku yakin tak lebih dari 10%. Lantas bagaimana dengan gelar negara agraris itu 20 tahun kedepan? mmm yayayaya.. semoga yang kuyakini saat ini semua salah, karena jika benar ini sangat mengerikan. Bagaimanapun sektor pertanian merupakan sektor vital di negri ini. Bukannya kita masih makan nasi? bukanya kita masih butuh bawang merah untuk memasak? bukanya masih butuh sayur ? yang ku kawatirkan suatu saat lahan-lahan yang ada disewa oleh pihak asing atau perusahaan dan kita hanya menjadi sapi perah mereka, kenapa aku sampai berpikir seperti itu, karena saat ini saja sudah ada yang seperti itu. Di daerah cangkringan sawah disewa perusahaan dan mempekerjakan warga sekitar dengan menanami cabe, terong, timun dll dengan teknologi yang mumpuni tentunya. Barang yang bagus di expor dan yang tidak masuk klasifikasi di jual di domestik. mengerikan bukannnn... ??

Selanjutnya berapa banyak sarjana pertanian di indonesia yang diwisuda tiap tahun ? Sepertinya tidak kurang dari 500 orang. Namun apakah ilmu yang mereka dapat diaplikasikan untuk memajukan pertanian indonesia? mungkin ada tapi persentasenya sedikit sekali. Aku ada teman dan kuliah di fakultas pertanian UGM sekarang belaiu bekerja di kawasan MM2100 .. loooooh sama juga ni dengan aku jadi buruh pabrik juga.. hadeh.. Padahal mereka sudah belajar ilmu pertanian dan teknologi pendukung lainya. namuuuunn,, entahlah


salah satu wajah pertanian indonesia, semua masih tradisional dan dikerjakan oleh mbah-mbah dan bapak atau ibu-ibu usia 35 tahun keatas.

Sunday, June 12, 2016

URIP IKU


Urip iku
Kadang bingung ro simbah simbah kae anak e 7, 8, 9 bahkan 12
Iso nguripi bahkan nyekolahke anak2 e, 
ra sithik sek dadi guru, pegawai, TNI, polri, dokter, juragan beras, juragan daging, manager pabrik, bahkan sek due pabrik
Padahal nek dipikir2 dadi simbah sek urip e tani, nandur pari, jagung, telo hasile ra sepiro o
Nandur pari misal e, diewangi nunggu 3 sasi luwih 
eee lagi sesasi tandur e wis abang..
eeee basan arep panen rebutan ro emprit,, 
eee tikus e ra gelem kalah, ,,, 
eee di serang wereng dadi gabuk.. 
eee basan parine lemu kok malah ambruk,.. 
eee eeee liyane


Dilalah kersane gusti allah sek paring rejeki ono2 wae carane,
Pas butuh ragat sekolah dilalah weduse manak
Pas bayar sragam dilalah sapine keno dieret i
Pas bayar uang gedung dilalah kambil e ndadi
Pas ono sumbangan wae kokyo pitik e wis gede2
Pas pas pas lan dilalah dilalah dilalah sak panunggalane


Eee lakok koyone wong sakiki 
mobil e mewah, 
omah e sak hohah tur megah, 
sandangane wah,
 panganggone grembyah-grembyah
 eee jebul utange blangkrah
atine gundah


Ra jamin tentreming atine sek wah wah wah mau ngluwihi simbah simbah sek mung pas pas pas pas
dadiiiii

URIP IKU WANG SINAWANG
URIP IKU URUP
URIP IKU MUNG MAMPIR NGOMBE

 

Blogger news

Blogroll

contact

telp : 085714218812 wa : 089623965810