Dilahirkan di keluarga petani di daerah lereng gunung merapi di kabupaten sleman, masa kecilku tidak bisa
terlepas dari semua aktivitas di bidang pertanian. Mulai dari menyiapkan benih
padi sampai jual hasil panen pernah saya lalui semua. Simbah dan bapak selain
bertani juga memelihara sapi. Sebelum saya bekerja di perantauan, tepatnya 3 tahun lalu, sapi
digunakan untuk megawe istilah dari membajak sawah ditempat saya. Selain
digunakan untuk membajak sawah sendiri, tidak jarang bapak menjual jasa untuk
membajak sawah orang lain. Soal bajak membajak saya sudah ikut bapak seJak TK. Saat kecil saya hanya naik garu saja, karena belum kuat untuk ngangkut
alat bajak itu sendiri. Alat bajak itu ada 2 yaitu garu satu lagi luku. Kalo
aktivitas megawe sendiri ada beberapa tahap
1.
Mbedah atau ngluku yaitu proses membalik tanah
dengan luku
2.
Nggaru prosess menghancurkan bongkahan tanah
hasil ngluku dengan garu
3.
Angkler yaitu proses meratakan permukaan sawah dengan
garu
![]() |
proces nggaru |
Semenjak kelas 4 SD saya sudah berani menjalankan sapi untuk
membajak, tak jarang muka kena sabetan ekor sapi yang penuh dengan lendut,
kalo pas kena mata tuuuuh.. sakitnya tuh disini,, hhiihihihi. Enak tuh kalo
jalanin sapi yang ndalan, apa itu
“ndalan” bukan jalan ya hehehe.. ndalan itu sapi yang paham kapan dia belok maupun
kapan jalan lurus. Kalo dapat sapi yang seperti itutuh tidak begitu capek,
tinggal naek doang sambil tarik tambang kanan atau kiri untuk membelokan sambil
bilang .. huk huk huk,, giyo giyo giyo,, jak jak jak,, herrrrrrr...
![]() |
ngguyangi sapi |
Setelah dibajak pasti sapi harus diguyangi istilah
memandikan sapi, biasanya ada tempat khusus untuk memandikan sapi, Dulu ada di
sungai pojok dusun baratan sekarang udah tidak ada. Sekarang kalo mau
memandikan sapi harus jauh di sungai sebelah timur dusun candirejo. Kalo
memandikan sapi saya serahkan ke bapak aja dah, takut kena sepak an sapi..
hihihihi..
Sawah yang sudah di bajak pasti ditanami jagung atau kacang
di musim kemarau atau padi di musim penghujan. Kalo nanam jagung atau kacang
biasanya secara bergotong royong dengan tetangga jadi bisa cepat selesai. Istilah
yang ada di saat nanam jagung atau kacang
1.
Nggaris yaitu proses menggaris agar tanaman
kacang bisa lurus.
2.
Nggejuk yaitu proses melubangi area tanam dengan
menggunakan kayu yang diruncingkan.
3.
Wur yaitu proses menaruh benih pada lubang.
4.
Ngguruk yaitu proses menutup lubang yang sudah
ditaruh benih dengan tanah yang ada di sekitarnya.
Kalo sudah jam 10an waktunya menyantap kiriman empunya sawah. Makanya dibawah pohon, piringnya daun pisang dan tanpa sendok alias muluk. Kalo sudah begitu beeeeee nikmat. Ada nikmat sepoi-sepoi angin sawah, nikmat kebersamaan, dan nikmat makanaya itu sendiri, apalagi yang dimakan gudangan made in mbahku. hehehe. Lupakan urusan mangsa memangsa hehe, Nah selanjutnya kalo udah di tanam, tinggal tunggu kapan waktunya “lep” istilah proses mengairi sawah. Kalo
tanaman jagung nih wajib di dangir, yaitu proses menutupi pupuk dan
memperkuat tanaman dengan tanah di sekitarnya. Biasanya kalo dangir, tangan
kapalan dah hahaha.... Kalo kacang didangir saat rumputnya banyak saja.
Masa kecil yang seru selain ikut megawe bapak adalah mencari
mlinjo. Yaaaa mencari mlinjo. Mungkin anak sekarang ga ada yang seperti ini. Dulu
tiap musim mlinjo aku dan temen-temen sepantaran kalo musim mlinjo selalu
berlomba-lomba untuk cari mlinjo, yaaa lumayan sehari bisa dapat sekilo. Biasanya
dikumpulin dulu sampai seminggu. Jika sehari sekilo sebulan 30 kg tinggal kali
2500 dapet dah 75000, lumayan kaaaan,, gimana ga lumayan, dari hasil jual
mlinjo aja bisa buat beli sepeda. Kami biasanya nyari mlinjo di pagi hari sebelum berangkat sekolah atau sehabis hujan. Kami nyari mlinjo biasanya berebut hihi,, biasaaaaa
bersaing biar dapat yang paling banyak.. pokoknya seru dah,, hehe.
Hal lain yang susah ku lupakan adalah jadi buruh pengangkut
padi dari sawah ke rumah pemilik. Mas dedi gombloh masih ingat ga ya sama hal
ini. Biasanya kami dikasi uang 500~1000 per karung. Lumayan bisa nambah-nambah
uang saku sekolah, tapi saya juga jarang banget jajan juga sih waktu sekolah,,
yaaa ditabung dah..
Seruuu sekali masa kecilku hhehehe,, anak jaman sekarang
kayanya susah melakukan yang saya lakukan
Dari pengalaman itu semua, pengalaman yang membuatku
mengerti apa arti kata “urip prihatin” “urip rekoso” ,maka ada keinginan untuk
membantu warga di sekitar dengan apa yang kumampu apa yang kubisa, entah dari
ilmuku dari materi dari tenaga,, entahlah, semua itu barulah cita-cita ku saat
ini.
“AKU YANG SEKARANG ADALAH AKUMULASI AKU YANG DAHULU”
0 comments:
Post a Comment